Institut Prima Bangsa (IPB) Cirebon memberikan apresiasi kepada 10 lulusan terbaik dalam Wisuda II Program Sarjana dan Dies Natalis XXI yang digelar di Ballroom Hotel Aston Cirebon, Sabtu (26/9). Penghargaan tersebut diumumkan di sela prosesi wisuda yang diikuti 491 lulusan dari lima program studi.
Dua lulusan ditetapkan sebagai lulusan terbaik, yakni Olivia Amelirizky dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Rizki Maulana dari Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK). Keduanya mendapatkan apresiasi berupa satu unit laptop dan tablet dari perusahaan DAC, serta uang tunai dari Bank Mega Syariah.
Sementara itu, delapan lulusan terbaik lainnya mendapatkan apresiasi berupa uang tunai dari mitra kampus, yakni BTN dan BNI. Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian akademik para mahasiswa selama menjalani pendidikan di IPB Cirebon.
Wisuda tersebut diikuti lulusan dari lima program studi, yakni PGSD, PTIK, Pendidikan Bahasa Inggris, Sastra Jepang, dan Sastra Inggris. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari Dies Natalis XXI IPB Cirebon yang menandai perjalanan panjang institusi dalam bidang pendidikan tinggi.
Rektor IPB Cirebon Dr. Mahfud, M.Si., M.Kom. mengatakan, wisuda bukan menjadi akhir dari proses pendidikan, melainkan awal bagi para lulusan untuk menghadapi tahapan kehidupan berikutnya. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah tidak berhenti pada nilai akademik, tetapi dapat diterapkan melalui karya, solusi, dan pengabdian di tengah masyarakat.
“Wisuda seringkali dipahami sebagai akhir dari perjalanan pendidikan, tetapi bagi saya dan saya berharap juga bagi seluruh wisudawan justru merupakan awal dari perjalanan yang sesungguhnya,” kata Mahfud.
Menurut Mahfud, setelah meninggalkan kampus, para lulusan akan menghadapi persoalan yang berbeda dengan yang ditemui selama perkuliahan. Pengalaman selama menempuh pendidikan diharapkan menjadi bekal untuk menghadapi berbagai persoalan nyata di masyarakat.
“Di kampus kita belajar dalam ruang kelas, di masyarakat kita akan belajar dari kehidupan. Di kampus kita menghadapi soal ujian, di masyarakat kita akan menghadapi persoalan nyata,” ujarnya.
Bupati Cirebon Imron Rosyadi yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, pendidikan menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Ia berpesan agar para lulusan tidak hanya mengandalkan kemampuan intelektual, tetapi juga menjaga kekuatan fisik dan hati nurani dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.
Pelaksanaan wisuda tersebut dipimpin Ketua Panitia Dr. Ade Sastrawijaya, M.Pd., bersama tim seksi acara yang terdiri dari Cici Situmorang, Prisilia Sabatini, Khojanatun, Dr Juwintan SS MHum, Virga Putra Darma serta Ratri Nuryani Qudwatullatifah
Humas IPB Cirebon, Cici Situmorang, mengatakan wisuda kali ini menjadi salah satu yang terbesar yang dilaksanakan IPB Cirebon dengan jumlah tamu undangan mencapai 1.473 orang. Menurutnya, besarnya jumlah peserta dan undangan menjadi bagian dari momentum perjalanan IPB Cirebon yang telah berkiprah selama 21 tahun.
Cici menjelaskan, perjalanan tersebut bermula dari STIBA Invada dan STKIP Invada yang kemudian merger menjadi Institut Pendidikan dan Bahasa Invada Cirebon. Institusi tersebut selanjutnya bertransformasi menjadi Institut Prima Bangsa Cirebon yang terus berkembang hingga saat ini.
“Ini salah satu wisuda terbesar yang dilaksanakan IPB Cirebon, dengan jumlah tamu undangan mencapai 1.473 orang,” kata Cici