Kamis, 20 Jun 2024
  • Institut Prima Bangsa Cirebon

IPB CIREBON BORONG PRESTASI BUNKASAI JABAR

IPB CIREBON borong prestasi dengan menyabet sejumlah kategori penghargaan dalam kompetisi Pekan Bahasa dan Budaya Jepang (Bunkasai) Jawa Barat ke-47 yang dihelat Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung bekerjasama dengan perguruan tinggi lainnya di Jawa Barat.

Mahasiswa yang meraih prestasi di Bunkasai adalah Gerry Septian, Robbi Gunawan, Yosua Hermawan, Andra Ananda Wibowo dan Ratu Nadisa. Mahasiswa semester 4. Di antara kategori Bunkasai Jabar yaitu karaoke dalam bahasa Jepang atau Utatte Miyou Contest, membaca teks bahasa Jepang (Dokkai Contest), komik digital dalam bahasa Jepang (Digital Manga Contest), kontes mendengarkan (Choukai Contest) dan sebagainya.

Komik digital atau Digital Manga Contest merupakan lomba beregu. Satu tim maksimal 3 orang. IPB Cirebon mengirimkan team yaitu Gerry Septian, Robbi Gunawan dan Andra Ananda Wibowo. Berhasil keluar sebagai juara 1. Di antara segi penilaian yang menentukan yaitu berdasarkan alur cerita, sketsa gambar dan pewarnaan.
Percakapan dalam komik semua menggunakan bahasa Jepang. Maksimal panjangnya 4 lembar untuk 1 cerita atau judul. Dewan juri menentukan tema yang terkait seputar kegiatan atau harapan yang dilakukan pasca pandemi Covid-19.

Tim IPB Cirebon membuat jalan cerita dalam komik berjudul Oretachi No Yume atau Mimpi Kita. Mengisahkan tentang seorang pemuda yang berkeinginan mewujudkan mimpi bersama sang ayah. Tetapi, sebelum itu terwujud takdir berkata lain. Sang ayah terlebih dahulu meninggal dunia di saat pandemi Covid-19.

IPB CIREBON BORONG PRESTASI

IPB Cirebon borong prestasi melalui Ratu Nadisa sebagai juara harapan 2 karaoke dalam bahasa Jepang atau Utatte Miyou Contest.

Selain Manga Contest, Robbi Gunawan juga berhasil juara ke-3 Dokkai Contest atau membaca tulisan Jepang kategori A. Panitia memberikan waktu untuk membaca teks bahasa Jepang. UNPAD mengadakan kompetisi ini secara daring.

Sementara Yosua Hermawan berhasil juara 2 Dokkai kategori B. Bedanya, kategori A masih tingkat dasar. “Kalau Dokkai kategori B, tingkat menengah-atas,” ungkap Yosua.

Secara daring setiap peserta akan mendapatkan giliran untuk diuji oleh 3 dewan juri. Dua juri di antaranya merupakan warga Jepang yang menilai pelafalan bicara. Satu juri lagi dari Unpad Bandung yang memerhatikan huruf kanji. Semoga IPB Cirebon menoreh terus prestasi baik lokal maupun nasional.

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR