Kamis, 20 Jun 2024
  • Institut Prima Bangsa Cirebon

MAHASISWA IPB BENCHMARKING TO BALI

Mahasiswa Institut Pendidikan dan Bahasa (IPB) Cirebon sebanyak 500 orang melakukan benchmarking ke Bali pada 6-10 November kemarin. IPB Cirebon mengunjungi empat universitas terbaik.

Benchmarking sekaligus mempersiapkan skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Syarat melaksanakan MBKM saat ini tak boleh satu klaster. Syaratnya, harus beda pulau. Karena itu IPB Cirebon memilih Bali. Selama di Pulau Dewata, dosen memberikan tugas kepada mahasiswa. Yaitu menjalin komunikasi dengan berinteraksi dengan turis asing.

Kaprodi Sastra Inggris Juwintan SS MHum mengatakan, benchmarking dalam rangka meningkatan mutu dan kualitas IPB Cirebon. Menjadi kampus unggul, baik dalam pembelajaran, penelitian maupun pengabdian. 

“Tidak hanya unggul untuk Tri Dharma Perguruan Tinggi saja. IPB Cirebon ingin menggungguli banyak hal terutama dalam kualitas mahasiswanya. Sehingga, dalam proses penjaminan mutu, dengan melakukan benchmarking,” ucap Intan, kemarin.

Intan menjelaskan, benchmarking adalah penolokukuran. Perbandingan. Di Bali, IPB Cirebon mengunjungi empat universitas. Prodi Sastra Inggris dan Sastra Jepang, benchmarking dengan berkunjung ke Universitas Udayana Bali.

“Di sana mahasiswa banyak mendapatkan pembinaan. Mulai dari sistem kurikulum, sistem evaluasi, serta berdiskusi terkait skema MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) sampai pada penelitian dan pengabdian,” jelasnya.

Kurikulum, lanjut Intan, menjadi hal yang paling inti. Paling penting sekali dalam sebuah lembaga pendidikan. “Kebetulan, Universitas Udayana itu Sastra Inggrisnya jurusan yang tertua dan memiliki banyak pengalaman yang tak terlupakan. Kalau Sastra Jepang, dibandingkan jurusan Sastra Inggris, masih baru,” ungkap Intan.

Selain itu Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) benchmarking ke Universitas Dwijendra Bali. Sedangkan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) di Universitas Mahasaraswati Denpasar (Unmas) Bali. Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer (PTIK) di Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali.

“Pastinya, semua untuk meningkatkan kualitas. Karena di sana sudah lumayan bagus. Karena memang target kita menjadikan prodi-prodi di IPB Cirebon; Handal, Kreatif dan Unggul,” tutur Intan.

IPB CIREBON MENJADI KAMPUS BERKUALITAS

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Dr Ade Sastrawijaya menjelaskan, benchmarking menjadi salah satu indikator untuk meningkatkan akreditasi. Mahasiswa banyak memperoleh pengalaman baru untuk bisa diimplementasikan di kampus IPB Cirebon. Yakni untuk meningkatkan kualitas keilmuan mahasiswa.

“Sehingga mahasiswa bisa membentuk konsep sendiri. Di dalam negeri, untuk kelompok kampus bahasa, Universitas Udayana sudah unggulan,” ungkap Ade. 

IPB Cirebon menjadi kampus pilihan utama masyarakat kota Cirebon.

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR