Memahami cara mengelola uang dan berani memulai usaha menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi. Karena itu, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Institut Prima Bangsa (IPB) Cirebon mengajak mahasiswa memperkuat literasi keuangan sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan melalui seminar nasional di Gedung Paseban, Kantor Bupati Cirebon, Sabtu (10/10/2026).
Pembina HIPMI PT IPB Cirebon, Anisul Fata, M.E., mengatakan bahwa kemampuan mengelola keuangan perlu dibangun sejak mahasiswa. Pemahaman ini bukan hanya berkaitan dengan cara mengatur pengeluaran, tetapi juga menyangkut perencanaan masa depan dan kecermatan dalam mengambil keputusan investasi.
“Mahasiswa perlu memahami bagaimana mengelola keuangan dengan baik. Bukan hanya mengatur pengeluaran sehari-hari, tetapi juga merencanakan masa depan dan memahami risiko sebelum mengambil keputusan investasi,” ujarnya.
Di sisi lain, mahasiswa juga perlu didorong untuk melihat peluang usaha di lingkungan sekitar. Menurut Anisul, pengetahuan keuangan dan keberanian berwirausaha perlu berjalan beriringan agar generasi muda mampu mengembangkan usaha secara terencana, bukan sekadar mengikuti tren.
“Harapannya, mahasiswa tidak hanya berpikir bagaimana mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi juga mulai berani membangun usaha dan menciptakan lapangan kerja. Tentu, semuanya harus disertai perencanaan yang matang agar usaha yang dibangun bisa berkembang dan berkelanjutan,” katanya.
Seminar nasional tersebut mengangkat tema Membangun Generasi Melek Finansial dan Berdaya Bisnis: Memperkuat Literasi Keuangan, Perencanaan Finansial, Investasi, dan Kewirausahaan Menuju Kesejahteraan Ekonomi Nasional.
Kegiatan ini menghadirkan Siti Jalila, demisioner HIPMI PT Jakarta; Dra. Hj. Eli Lilis, M.Si., Kepala Bidang Pengembangan Promosi Penanaman Modal DPMPTSP Kabupaten Cirebon; serta Hardiyansah dari OJK Cirebon.
Melalui kegiatan ini, HIPMI PT IPB Cirebon berharap mahasiswa semakin cermat dalam mengelola keuangan dan memahami investasi, sekaligus memiliki keberanian untuk merintis usaha.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat melahirkan wirausaha muda yang mampu membuka peluang kerja dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah," pungkasnya.